Archive for February, 2009

15
Feb

Hasil Rapat Terbatas Selasa 10 Februari 2009 + latest update :)

Musyawarah kerja wilayah KAMMI Wilayah Jawa Barat i.Allah

Hari/tanggal: Sabtu-Ahad 21-22 Februari 2009

Tempat: Garut

Ketua SC: Samsudin Kadir (Bandung)

Pembahasan: program kerja, time schedule, anggaran. Minimal untuk satu tahun kepengurusan.

 

Struktur kepengurusan KAMMI Wilayah Jawa Barat

Ketua Umum: Andriyana, ST (Bandung)

Sekretaris Umum: Dede Abdul Karim (Tasik)

Bendahara: Sri Arumsari, ST (Bandung)

Wakil Bendahara I: Yanto Nugraha (Bandung)

 

Dept. Kaderisasi: M. Fahru Rizal, ST (Bandung)

- Purnamasari (Bandung)

- Imam Kamaludin (Garut)

- Nurlaila Sari S.Pdi (Bandung)

 

Dept. PSDO: A.Reza Silalahi (Sumedang)

- M. Iqbal. F (Bandung)

- Dodi Nahwan (Bandung)

- Desy (Bandung)

Franciska S Megawati, ST (Bandung)

Tuty Herawati (Bandung)

- Karina Maryana (Bandung)

 

Dept. Kebijakan Publik: Ramlan Nugraha (Bandung)

- Suharta (Bandung)

- Dini Handayani S.Pd (Bandung)

- Usep Awaludin (Sukabumi)

- Maman Abdurrahman S.Pd (Sukabumi)

- Hendro Amd (Garut)

- Hamdani (Tasik)

 

Pengembangan Wilayah: Samsudin Kadir (Bandung)

- Andri Rusmana (Bandung)

- Endin Surya Sholahudin (Tasik)

- Ngatifudin Firdaus (Bandung)

 

Badan Khusus Muslimah: Ilin Ratna Tiara (Bandung)

- Kokom (Bandung)

- Kartika (Bandung)

- Fajri (Garut)

- Ira Nur Salamah (Garut)

- Ai Rohayati (Tasik)

13
Feb

Tausiyah bulan ini dari saudariku

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan 
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. 
Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang 
umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. 
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di 
tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang 
hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang 
akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat 
yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya
sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi 
orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. 
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang 
segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah 
kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai 
jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga 
terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa
pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya
diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang 
sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang
bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah 
bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah 
bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama 
mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan
segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu 
menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana 
pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan 
rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus 
mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk 
mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. 
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda 
dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar 
wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. 
Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi 
kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya 
adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan 
pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan 
Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu 
mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru 
jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah 
dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… ”

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya 
dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… 
Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. 

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

(alm. Ust Rahmat Abdullah) 

In memoriam Ust. Rahmat Abdullah

Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa di tiap tepi waktu, terlampau banyak ajakan untuk meninggalkan jalan hidup Rasul-Mu. Dan di beberapa tepian waktu itu aku berharap tetap istiqomah. Ya Allah kumohon jaga harapan itu sampai akhir hayatku. Karena tak sedikit yg kehilangan sekedar rasa ‘ingin’ untuk istiqomah..

 

.barusan terjaga dari mimpi kematian.

08
Feb

Baru saja berakhir.. untuk dimulai lagi \^o^/

Senandung Rabithah di tengah riuh hujan Ahad 8 Februari 2009 menandai kesudahaan prosesi Musyawarah Daerah VI KAMMI Daerah Bandung di Vila PT DI, Sagalaherang Subang.Rangkaian acara selama tiga hari ini diisi dengan 3 Stadium General, laporan pertanggungjawaban, pembahasan Panduan Kerja Daerah, pembahasan mekanisme pemilihan: ketua umum, maid formatur dan majelis permusyawaratan daerah.

Meski komisariat Unjani tidak dapat mengirimkan perwakilannya, ruangan penuh akibat beberapa komisariat mengirim perwakilan melebihi kuota. Stadium General berakhir sampai pada pukul 22.00 di hari pertama. Memasuki hari kedua pada saat penyampaian LPJ oleh ketum kamda suasana cukup ricuh karena silang pendapat mengenai keharusan seluruh pengurus hadir dalam ruangan. Tentu begitu banyak yang tidak dapat dituliskan dalam lembar LPJ. Karenanya penyampaian LPJ dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasilnya, dari sembilan komisariat yang hadir, satu komisariat -dalam sesi penyampaian pandangan umum- menolak LPJ kami.

Agenda berlanjut ke pembagian komisi untuk membahas draf PKD di komisi A dan draf mekanisme pemilihan di komisi B. Pembahasan ini memakan waktu cukup lama sehingga melebihi waktu yang disediakan panitia (24.00). Di hari ketiga tiap komisi memulai pembahasan lebih awal dari jadwal untuk mengejar tenggat waktu. Walhasil makan pagi pun menjadi makan siang ^^

Pemilihan ketum sebagai acara terakhir dilaksanakan setelah komisi A dan B mensosialisasikan pembahasannya. Subhanallah tahun ini perubahan nyata terasa. Jika dua tahun lalu bursa ketua umum hanya memiliki tiga nama, pada periode ini calon ketua umum yang diajukan syuro komisariat berjumlah tujuh orang yaitu akhuna Wayan (ka. Unpas dan staf Kaderisasi Kamda), Syamsul (ka.Kaderisasi Unpad DU), Iman (ka. Unisba), Hilal (staf Kebijakan Publik Kamda), Ikhlas (ka.Kajstrat Polban dan staf Pengmasy Kamda), Ramlan (Sekum Kamda), Irsan (staf Tekstil). Setelah penyampaian visi misi dan tanya jawab, tiap komisariat mengajukan satu nama diantara calon ketum di atas (kecuali akh Ramlan yang mengundurkan diri karena akan diamanahkan di KAMMI Wilayah Jabar) yang akan masuk sebagai tim syuro untuk menentukan ketum. Hasilnya hanya dua nama: akhuna Hilal dan akhuna Syamsul.

Syuro diantara sang bulan sabit dan sang matahari ^^ didampingi presidium sidang mengamanahkan Ketua Umum KAMMI Daerah Bandung periode 2008-2010 kepada akhuna Syamsul Ma’arief dari KAMMI Komisariat Unpad DU.

 

Innalillahi wa innailaihi rajiun. Panduan kerja telah tersedia, sumber daya siap bekerja. Bersama, semoga kita dapat menjalankan amanah dengan taqwa. Amin.