Archive for January, 2009

09
Jan

DM2 Cirebon 29 Jan 09

Bagi kaderisasi akhwat komisariat :

01.IT Telkom 02.STT Tekstil 03.Unpas 04.Unisba 05.Unjani 06.ITB 07.UPI 08.Polban 09.Uin 10.Unpad DU

Harap menyiapkan AB1 yang telah terakreditasi tulis (maksimal terakreditasi 3 bulan lalu). Jika kader bersangkutan belum melaksanakan akreditasi tulis mohon difasilitasi max 14 Januari 2009. Nama-nama yang diusulkan tiap komisariat akan memasuki tahap screening. Screening DM2 Cirebon akan dilaksanakan oleh tim seleksi Kamda Bandung 15-20 Januari 2009 di Sekretariat Kamda Bandung. File-file terkait syarat/ketentuan di bawah ini akan diberikan pada saat screening oleh tim seleksi Kamda Bandung. Jzk.

 

Syarat Untuk Peserta DM 2 dari Luar Daerah Cirebon

Tahap Pendaftaran :

Kader yang telah lulus screening kamda masing-masing melakukan pendaftaran dengan mengisi form pendaftaranyang telah dibuat oleh Panitia DM2 dan mengirimkannya melalui email ke alamat: nukhbawicrb@yahoo.co.id atau zi_ikhwan@yahoo.co.id selambat-lambatnya pada tanggal 20 Januari 2009

Tahap Pra DM2 :

1.     Pra DM2 dilakukan oleh Kamda Masing-masing untuk menyempurnakan persiapan kader

2.     Materi dan Bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kamda daerah masing -masing tanpa mengurangi bobot tujuan Pra DM2

3.     Peserta diwajibkan mengirim soft copy makalah yang telah dipresentasikan dan mendapatkan penilaian dari kamda masing-masing, paling lambat 24 Januari 2009. tema Makalah:

o    Iqamatuddin Perspektif sirah: Studi analisis Fase Makiyah dan Madaniyah

o    Studi Gerakan Islam

o    Problematika Ummat: Studi Poleksosbud

o    Tafsir Filosofi Gerakan KAMMI

o    KAMMI dan Pemberantasan Korupsi untuk Masa Depan Jabar

o    Sinergitas Civil Society, Private, and State

o    Peran KAMMI di Era Transisi Demokrasi

Tahap DM2 :

1.     DM2 dilakukan selama empat hari dengan rangkaian acara yang telah ditetapkan oleh Panitia DM2

2.     Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mematuhi hak dan kewajiban sebagai peserta

3.     Persyaratan administrasi yang harus dibawa oleh peserta:

a.     Surat keterangan lulus akreditasi AB 1

b.     Surat lolos screening dari KAMMI daerah masing-masing

c.     Foto 4X6 dan 3X4 (Masing-masing 2 Lembar)

4.     Perlengkapan yang harus dibawa oleh peserta yaitu:

-        Pakaian resmi dan pakaian olahraga. (Tambahan untuk akhwat: Selama sesi resmi tidak boleh memakai kerudung berbahan kaos)

-        Alat tulis dan al Qur’an.

-        Buku referensi

09
Jan

awal tahun ‘09

Persiapannya cukup mendadak coz awalnya ga niat ikut. Tapi karena Dion dkk (pecinta alam SMA yang mau naik bareng) membatalkan, jadilah saya menemani mba Mega yang nampak susah hidupnya klo ga naik gunung :D

Berbekal petunjuk lokasi dari mbah Google, we’ve psyched ourselves up to go..!

Preparation..

New year eve, kami mencari alas kaki yang layak, maklum di kos hanya tersedia sendal jepit ^^’

Keliling dengan kemacetan ruarrrr biasa dan tanpa hasil akhirnya pukul 22.00 kami meluncur ke markas KSR meminjam dome tent dan Trangia milik ka Bagus dkk. Meski dengan penuh etika mempersilahkan, tapi rasa terkejut dah khawatir mereka tetap terasa ^^ Walhasil list bawaan kami ditambah: parang :D

Paginya kami hunting spiritus, tali, makanan, serta peralatan standar mendaki yang belum saya penuhi. Dan tentu karena mustahal mendaki gunung menggunakan sendal jepit, kami mampir ke Gramedia sebelum menuju kaki Burangrang.

Tra-la-la ramble on..!

Dengan motor mba Mega kami sampai di terminal Ledeng sekitar pukul 12.00 dan berhenti untuk makan siang. Perjalanan berlanjut menuju Parompong. Di jalan kami melihat dua grup tampak baru turun dari gunung. Kami semakin yakin jalan yang kami lalui sudah benar. Memasuki kawasan KOMANDO, setelah memastikan diri akan naik berdua tanpa cotter, kami menitipkan motor kemudian jalan menuju loket karcis Taman Wisata Alam Curug Layung (loh?). Barangkali karena penjaga mengira kami hendak ke taman wisata atau berkemah di sekitar jalur Situ Lembang kami diarahkan ke jalur kanan. Sukseslah agenda nyasar pertama kami :(

Jalan yang kami kira menuju puncak tampak datar2 saja. Dengan penuh keheranan karena ada mobil dan motor yang parkir - jd ingin parkir di sini juga :P - kami bertanya pada officer Perhutani yang lewat. Mereka bilang kami salah jalan.

[jalan menuju Situ Lembang dilihat dari Burangrang]

Namun karena lumayan jauh kalau kembali ke titik awal dan juga gengsi ketahuan newbie di kawasan ini hehe kami memutuskan langsung naik sisi kiri jalan dengan asumsi akan memotong jalur pendakian. Subhanallah jadi tau rasanya hilang di gunung. Baru sekitar pukul 15.30 kami memastikan diri telah berada di jalur yg tepat :D

Sementara loading energi, kami disusul bapak2. Karena mengetahui kami hanya berdua maka aliansi taktis pun terjadi (weleh kyk aksi aja). Sisa perjalanan kami habiskan bersama lima orang ini: pak Asep pendaki berpengalaman yang membawa peralatan super lengkap 20 kg ^^’, pak Riki dan pak Ogi Humas (graphic designer) di RS Hasan Sadikin, juga pak Adit dan pak Arip juru masak RS yang sama.

[pak Adit, pak Arip, pak Riki, pak Ogi, pak Asep]

Kecuali pak Asep, yang lain bergantian membuka jalan. Pak Asep yang selalu di belakang, meski sering terhambat saat memanjat dan melewati pohon2 tumbang karena keril nya yang besar, memiliki teknik daki yang steady *___*

Pemandangan sepanjang Burangrang subhanallah indah tentu ga kayak di Cicadas hehe. Suasananya senyap tidak seperti objek wisata layaknya kebanyakan gunung besar. Di jalan2 sempit bersisi terjal kami bisa melihat view kota Bandung atau Situ Lembang di sisi lainnya.

[05:30 WIB]

Lewat maghrib kami belum juga melihat tugu puncak. Karena berkabut dan jalurnya sempit khawatir salah pijak, pak Asep memutuskan untuk mendirikan tenda saat itu juga. Pagi nya kami naik ke puncak -yang ternyata hanya tinggal beberapa meter- ^^”

[Tenda ka Bagus ^^ dilihat dari puncak]

untuk sunrise yang indah. Subhanallah wal hamdulillah…

[ga sadar kamera ^^]

Setelah makan pagi yang “wah!” ala pak Asep dan chef Arip, kami bersiap turun.

http://i245.photobucket.com/albums/gg41/kareen_luv_alquds/Brgrg_atraksichefRSHasanSadikin.jpg

[atraksi chef Arip]

Beberapa kali tergelincir dan sengaja meluncur di jalan yang cukup curam, ternyata turun lebih sulit >_

[kemarin gimana naiknya ya?]

Aide-memoire..

Menu dinner&breakfast di atas gunung : jahe, kopi, sup, roti, kornet, sarden, nasi, mie, ikan teri, jagung, cokelat, biskuit, telur, kerupuk udang. Menu lunch saat turun gunung (hoo kayak camp keluarga ^^) : mie, teh, sisa2 telur, cokelat dan biskuit, pokoknya penghabisan. Investasi peralatan : Trangia from Sweden, foil pengganti matras lebih hangat dan ringan, pisau lipat Victorinox standar naik gunung (ga perlu yg ada obeng nya :P), alat2 outdoor Ace Hardware buat case makanan, lampu gas petromax. Ayo nyicil \^o^/

 

[ck ck pak Asep, talenan aj di bawa :P]

 

 

 

 

sumber&foto lainnya di sini

Untuk yg di markas : terimakasih for not underestimate us yg pakai rok ini :) & siap2 dana ke Gn. Gede